Rabu, 31 Oktober 2018
DONGENG - KISAH SI KELINGIKING
Kisah Si kelingking Kelingking adalah pemuda bertubuh mungil. Ukuran tubuhnya hanya seukuran jari kelingking orang dewasa. Meski demikian, Kelingking adalah pemuda yang cerdas dan pemberani. Bahkan kepada Nenek Gergasi pun ia tak takut. Nenek Gergasi adalah nenek raksasa yang suka makan daging manusia. Ia sudah membunuh banyak orang. Raja tak mampu mengatasinya. Setiap kali Raja mengirim pasukan untuk menangkap Nenek Gergasi, prajurit-prajuritnya malah habis disantap oleh Nenek Gergasi. Semua penduduk desa mengungsi, kecuali Kelingking. Ia bersembunyi di antara ranting pepohonan. Saat ia asyik bersantai, tiba-tiba Bumi bergetar. "Wah, itu pasti Iangkah kaki Nenek Gergasi," kata Kelingking sambil bersiap. Mata Kelingking mengawasi sekitarnya. Saat itulah tampak sosok Nenek Gergasi yang besar dan menyeramkan. Melihat suasana dusun yang sepi, Nenek Gergasi berteriak-teriak. "Hai para manusia, ayo keluar dari tempat persembunyian kalian! Aku sudah lapar sekali!" Beberapa kali ia berteriak, namun suasana tetap sepi. Tiba-tiba, terdengar suara "Ha... ha... ha... akhirnya kau muncul juga nenek jelek.” Nenek Gergasi terkejut. Ia mengawasi sekitarnya."Siapa yang bersuara itu?" "Nenek Gergasi... penduduk hutan ini sudah habis aku santap. Sekarang tiba giliranmu. Hmm... air liurku sudah menetes, ayo kemarilah" kata suara itu lagi. Meski berbadan besar, ternyata Nenek Gergasi takut juga mendengar ancaman itu. Ia pikir, suara itu milik raksasa yang Iebih besar darinya. Ia lalu lari tunggang-Ianggang sambil terus menoleh ke belakang. Ia takut kalau ada yang mengejarnya. Karena terus menengok ke belakang, ia tak tahu kalau di depannya ada jurang yang dalam. "Arrgghh... tolongg...." teriak Nenek Gergasi. Ia jatuh ke dalam jurang dan mati seketika. Kelingking keluar dari persembunyiannya. Rupanya Kelingking yang menakut-nakuti Nenek Gergasi. Kelingking berjalan mendekati jurang untuk memastikan Nenek Gergasi sudah mati. Lalu ia mengabarkan kematian Nenek Gergasi pada penduduk desa di pengungsian. Semula mereka tak percaya, namun setelah Kelingking menunjukkan buktinya, mereka mengelu-elukan Kelingking. Berita kematian Nenek Gergasi pun sampai ke telinga Raja. Ia lalu memerintahkan prajuritnya untuk menjemput Kelingking dan ibunya. "Kelingking, aku salut kepadamu. Meskipun badanmu hanya sebesar keIingking, namun keberanianmu sungguh luar biasa," kata Raja pada KeIingking. "Ampun Tuanku. Hamba hanya ingin membebaskan para penduduk dari ketakutan," jawab Kelingking. "Atas jasamu, aku mengangkatmu menjadi panglima kerajaan. Aku yakin dengan keberanian dan kecerdasanmu, pasukan kita akan menjadi makin hebat," kata Raja lagi. Kelingking dan ibunya saling menatap, tak percaya pada tawaran Raja. Namun, Raja bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Kelingking dan ibunya juga dipersilakan tinggal di istana. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kelingking ingin memiliki pendamping hidup. Ia meminta ibunya untuk melamar putri raja. "Kau sudah gila? Mana mungkin Raja mengizinkan putrinya menikah denganmu? Lagi pula, Putri pasti tak mau punya suami sepertimu," seru ibunya. Kelingking pantang menyerah. Ia pun menghadap Raja dan putrinya. Ia menyatakan tekadnya untuk memperistri putri raja. "Dasar tak tahu diri! Berani sekali kau melamar putriku yang cantik ini?" teriak Raja marah. "Sekarang juga, aku cabut gelarmu sebagai panglima dan keluarlah dari istana ini! Aku tak sudi melihat wajah mu lagi!" kata Raja. Putri berusaha menenangkan ayahnya. "Ayah, jangan marah. Lagipula, aku tak keberatan menikah dengannya," kata Putri. Raja memandang putrinya dengan heran. "Kau cantik dan cerdas, kenapa mau menikah dengannya? Banyak pemuda yang lebih tampan dan gagah, anakku." "Tapi Ayah, bukankah Kelingking sudah berjasa pada kerajaan? Tanpa keberaniannya, Nenek Gergasi tentu masih hidup dan terus memangsa rakyat kita. Berkat Kelingking, kita semua selamat," sahut Putri. Raja terdiam. Dalam hati ia membenarkan perkataan putrinya. Dengan berat hati, akhirnya Raja menikahkan mereka. Pesta pernikahan digelar dengan meriah. Semua rakyat diundang dan makan sepuasnya. "Lihat, lucu sekali. Sang putri tampak cantik, sedangkan Kelingking tak kelihatan," kata seorang tamu. "Ha... ha... iya, bahkan jika kau duduk di kursi itu, Kelingking pasti mati kau duduki," kata tamu yang lain. Perkawinan itu menjadi pergunjingan para tamu. Namun Kelingking dan Putri tak peduli. Putri hidup bahagia bersama Kelingking. Namun akhir-akhir ini terjadi keanehan pada suaminya. Tiap malam ia selalu keluar istana. Ia tak pernah menemani istrinya tidur. Jika Putri bertanya, Kelingking tak pernah menjawab Suatu malam, Putri membuntuti Kelingking. Rupanya suaminya pergi ke hutan. Di hutan ada sebuah telaga. Kelingking melepas semua pakaiannya dan berendam di telaga. Baru beberapa saat berendam, tiba-tiba sesuatu terjadi. Putri nyaris berteriak melihatnya. Kelingking berubah menjadi pemuda yang gagah dan tinggi. "Astaga, kau tampan sekali dengan tubuhmu yang gagah," bisik Putri. Tak mau membuang waktu, Putri berlari mengambil pakaian Kelingking. Lalu membawanya pulang dan membakarnya sampai menjadi abu. Putri berharap, suaminya akan tetap bertubuh gagah dan tak lagi menjadi Kelingking yang mungil. Sementara itu, Kelingking kebingungan mencari pakaiannya. Dengan putus asa, ia kembali ke istana. Sesampainya di istana, Putri menyambutnya dengan gembira. "Suamiku, aku sungguh senang melihatmu seperti ini. Kau tampak tampan sekarang," kata putri sambil memeluknya. "Maafkan aku, Istriku. Sebenarnya sudah lama aku bertapa di telaga itu. Aku memohon pada Tuhan untuk mengubah tubuhku ini. Ternyata doaku dikabulkan," jawab Kelingking. "Maafkan aku juga. Akulah yang mencuri bajumu don membakarnya. Aku tak ingin kau kembali ke tubuh mungilmu." "Tak apa-apa, memang sudah saatnya kau melihatku berubah. Selama ini kau telah sabar dan setia menjadi istriku. Sekarang saatnya kau menikmati kebahagiaan," jawab Kelingking. Mereka hidup bahagia dan dikaruniai anak-anak yang lucu. Kerajaan mereka pun bertambah besar dan rakyatnya hidup makmur. Kerajaan mereka pun bertambah besar dan rakyatnya hidup makmur. Pesan moral dari Kisah Si kelingking adalah Bentuk fisik tidak menghalangi seseorang untuk meraih kesuksesan. Teruslah berusaha meskipun kau merasa memiliki kekurangan.
CERITA RAKYAT LEGENDA ASAL MULA NAMA KOTA CIANJUR
CERITA RAKYAT ASAL MULA NAMA KOTA CIANJUR Pada jaman dahulu di daerah jawa barat ada seorang lelaki yang sangat kaya. Seluruh sawah dan lading di desanya menjadi miliknya. Penduduk desa hanya menjadi buruh tani penggarap sawah dan lading lelaki kaya itu. Orang kaya itu oleh penduduk desa dijuluki Pak Kikir karena memang dia adalah orang yang sangat kikir. Kekikirnya Pak kikr tidak pandang bulu, sampai-sampai terhadap anak lelaki satu-satunya pun dia juga sangat pelit. Untunglah sifat kikir itu tidak menular pada anak lelakinya itu. Anak Pak Kikir itu berwatak baik. Tanpa sepengetahuan ayahnya, sering dia membantu tetangganya yang kesusahan. Menurut anggapan dan kepercayaan masyarakat desa itu, jika menginginkan hasil panen yang baik dan melimpah maka harus diadakan pesta syukuran denga baik pula. Takut jika panen berikutnya gagal, maka Pak Kikir terpaksa mengadakan pesta syukuran dan selamatan semua warga desa diundang oleh Pak Kikir. Penduduk desa mengira akan mendapatkan makanan yang enak dan lezat dalam selamatan itu. Perkiraan itu meleset, ternyata Pak Kikir hanya menyediakan hidangan ala kadarnya, itupun tidak cukup untuk menjamu seluruh orang yang diundang. Banyakdinatara undangan yang tidak mendapat makanan. Mereka akhirnya hanya dapat mengelus dada atas sikap Pak Kikir yang lagi-lagi terbukti kikir. ” huh!! Sudah berani mengundang orang ternyata tidak dapat menyediakana makanan, sungguh keterlaluan, buat apa hartanya yang segudang itu” ”Tuhan tidak akana memberikan berkah pada jartanya yang banyak itu” Demikianlah pergunjingan dan sumpah serapah dari orang-orang miskin mewarnai pesta selamatan yang diadakan Pak Kikir. Pada saat pesta selamatan sedang berlangsung, yiba-tiba datanglah seorang nenek tua renta yang meminta sedekah pda Pak Kikir. ”Tuan… berilah saya sedekah, walau hanya dengan sesuap nasi…”rintih nenek tua itu ”Apa sedekah? Kau kira untuk menanak nasi tidak diperlukan jerih payah hah…? ”Berilah saya sedikit saja dari harta tuan yang berlimpah ruah itu……??” ”Tidak! Cepat pergi dari sini, kalau tidak aku akan suruh tukung pukulku untuk meghajarmu!!” Nenek itu nampak mengeluarkan air mata. Demikianlah nenek tua itu tidak mendapat sedekah tetapi malah diusir sevcara kasar oleh Pak Kikir. Dia segera meninggalkan halaman rumah Pak Kikir. Melihat kejadian itu putera Pak Kikir sangat sedih. Diam-diam dia mengambil jatah makan siangnya, lalu dikejarnya nenek yang sudah sampai di ujung desanya itu, diberikannya makanan itu kepada si nenek. Nenek itu merasa sangat bergembira” sengguh baik engkau nak, semoga kelak hidupmu menjadi mulia” Setelah si anak muda itu pergi, si nenek melanjutkan perjalanannya. Sampailah dia di sebuah bukit dekat desa, dia berhenti sejenak. dilihatnya rumah milik Pak Kikir yang palling besar dan megah di desa itu. Sementara penduduk sekelilingnya menderita katrena ketamakan Pak Kikir. Karena melihat kelakukan Pak Kikir itu, si nenek marah dan berkata” ingat-ingatlah Pak Kikir, keserakahan dan kekikiranmu akan menenggelamkan dirimu sendiri. Tuhan akan menimpakan hukuman kepadamu” Nenek itu lalu menancapkan tongkatnya di tanah, lalu dicabutnya lagi. Dari lubang tancapan itu memancar air yang sangat deras. Makin lama air itu makin besar dan menuju ke desa. “Banjir!” “Banjirrr!!!!!” teriak orang-orang desa yang mulai panic melihat datangnya air bah dari lembah itu. Anak Pak Kikir segera menganjurkan orang-orang agar segera meninggalkan desa dan lari ke atas bukit. “cepat tinggalkan desa ini, larilah ke atas bukit yang aman” “Tapi sawah dan ternak kita bagaimana?” “Kalian pilih harta atau jiwa? Sudah tidak ada waktu untuk membawa harta lagi” Anak Pak Kikir yang bijak itu terus berteriak-teriak mengingatkan penduduk desa. Ia juga membujuk ayahnya agar segera keluar rumah. ”ayah cepat tingga;lkan rumah ini, kita harus segera keluar menyelamatkan diri” ”Apa? Lari begitu saja. Tolol!! Aku harus mengambil peti hartaku yang kusimpan di dalam tanan dulu” Karena tidak ada waktu anak Pak Kikir segera berlari menyelamatka diri, sementara Pak Kikir terus mengumpulkan harta bendanya. Dia terlambat menyelamatkna diri, akhirnya tenggelam dalam arus air bah. Sebagian besar penduduk desa termasuk putera Pak Kikir selamat. Mereka sedih melihat desanya tenggelam. Kemudian mereka memutuskan untuk mencari daerah baru. Mereka mengangkat anak Pak Kikir sebagai pemimpin desa mereka yang baru. Putera Pak Kikir lalu menganjurkan penduduk untuk mengolah tanah yang telah dibagi rata. Pimpinan desa baru itu mengajari penduduk menanam padi dan bagaimana mengairi sawah secara baik. Desa itu kemudian disebut desa Anjuran, penduduk desa selalu mematuhi anjuran pimpinannnya. Lama kelamaan desa itu berkembang menjadi kota kecil disebut Cianjur. Ci berarti air. Cianjur berarti daerah yang cukup mengandung air. Anjuran pemimpin desa dijadikan pedoman para petani dalam mengolah sawah, maka sampai sekarang ini bersa Cianjur dikenal sangat enak dan gurih.
CERITA RAKYAT LEGENDA CINDELARAS
CERITA RAKYAT LEGENDA CINDELARAS Raden Putra adalah raja dari kerajaan Jenggala. Dia memiliki seorang ratu yang cantik dan selir. Tidak seperti ratu, selir memiliki kepribadian buruk. Dia iri dan cemburu dengan ratu, jadi dia berencana untuk membuat ratu meninggalkan istana. Selir kemudian meminta penyembuh kerajaan untuk membantunya dalam rencananya. Suatu hari, selir pura-pura sakit. Raden Putra disebut penyembuh kerajaan untuk memberikan perawatan selir.” Apakah penyakit itu ?” Raden Putra meminta penyembuh kerajaan.” Saya sangat menyesal, Yang Mulia saya. Dia sakit karena ratu menaruh racun dalam makan nya,” penyembuh kerajaan berbohong . Raden Putra syok dan marah mendengar penjelasan. Dia disebut ratu dan bertanya apakah cerita itu benar. Tentu saja Ratu membantah, tapi Raden Putra tidak akan mendengarkan.” Tolong Yang Mulia, kasihanilah. Aku benar-benar tidak melakukan apa-apa, “teriak ratu dalam air matanya. Kemarahan Raden Putra berakhir dengan keputusan. Ratu harus dibuang ke hutan dan dihentikan. Dia tidak tahu bahwa ratu sudah hamil. Raden Putra memerintahkan salah satu jenderalnya untuk melakukan hukuman. Ratu dibuang ke hutan, tapi umum bijaksana tidak tega membunuhnya. Dia membangun sebuah rumah sederhana di hutan untuknya. Dalam perjalanan kembali ke istana, ia mengoleskan pedangnya dengan darah kelinci, sehingga Raden Putra akan percaya bahwa ia telah membunuh ratu . Setelah kiri umum, ratu tinggal sendirian di hutan. Beberapa bulan kemudian, ia melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Bayi itu diberi nama Cindelaras. Ia dibesarkan sebagai baik, sehat, dan tampan anak laki-laki. Suatu hari, sementara Cindelaras membantu ibunya untuk mengumpulkan beberapa kebakaran hutan, seekor elang menjatuhkan telur. Cindelaras membawa telur untuk merenung oleh ayam di belakang rumah mereka. Telur menetas menjadi ayam dan kemudian perlahan-lahan menjadi ayam jantan yang kuat. Ayam ada ayam biasa. Ayam bisa menyanyi. Setiap pagi, ayam Cindelaras terbangun dengan lagu yang indah,” Tuanku adalah Cindelaras. Rumahnya adalah di hutan. Dia adalah putra dari Raden Putra.” Ayam sering menyanyikan lagu itu . Cindelaras selalu bangun pagi-pagi dan mendengarkan dengan senang hati lagu ayam nya. Dia tidak menyadari makna dari lagu hingga suatu hari, ia mulai berpikir.” Siapa Raden Putra ?” Ia bertanya kepada ibunya. Ratu kemudian menceritakan seluruh cerita. Dia juga mengatakan kepadanya mengapa mereka dilarang dari kerajaan dan tinggal di hutan. Cindelaras sangat terkejut. Dia memutuskan untuk pergi ke istana untuk bertemu raja, ayahnya. Cindelaras meminta izin ibunya untuk pergi ke kerajaan dan memberitahu raja apa yang sebenarnya terjadi. Dia juga membawa ayam jantan nya yang tumbuh lebih besar dan kuat setiap hari . Dalam perjalanannya, Cindelaras berhenti di sebuah desa. Di sana, ia bertemu dengan beberapa orang yang terlibat dalam adu ayam. Mereka menantang dia untuk melihat seberapa kuat nya ayam jantan.” Jika menang ayam Anda, Anda akan mendapatkan hadiah,” kata pria yang menantangnya. Cindelaras menerima tantangan itu. Dalam beberapa menit, ayam jantan nya mengalahkan ayam lawan. Dia ditantang lagi oleh pria lain, dan sekali lagi, ayam nya menang. Dia menang lagi dan lagi . Berita tentang ayam Cindelaras ‘ dengan cepat menyebar ke seluruh kerajaan Jenggala dan membuat Raden Putra penasaran. Jadi, ia mengundang Cindelaras ke istana.” Siapa namamu, anak laki-laki ?” Tanya Raden Putra sebagai Cindelaras tiba di istana.” Nama saya Cindelaras, Yang Mulia,” jawab Cindelaras. Dia merasa baik senang dan senang melihat Raden Putra . Raden Putra menantang Cindelaras dengan satu syarat. Jika ayam Raden Putra memenangkan, kepala Cindelaras ‘ akan dipotong. Tetapi jika ayam Cindelaras ‘ menang, Raden Putra akan berbagi setengah dari kekayaannya. Cindelaras menerima kondisi tersebut. Kompetisi ini diadakan di halaman depan istana. Kedua ayam jantan bertempur dengan gagah berani. Tapi hanya dalam beberapa menit, ayam Cindelaras ‘ memenangkan pertarungan! Raden Putra menggeleng dan menatap Cindelaras dari tempat duduknya,” ayam jantan Itu bukan ayam biasa, dan anak itu bukan anak ordinaty baik. Siapa dia sebenarnya ?” Pikirnya. Raden Putra hendak bertanya ketika tiba-tiba ayam Cindelaras ‘ menyanyikan lagu,” Tuanku adalah Cindelaras. Rumahnya adalah di hutan. Dia adalah putra dari Raden Putra. ” Raden Putra terkejut.” Apakah itu benar?” Tanyanya.” Ya, saya Yang Mulia. Nama saya Cindelaras dan ibu saya adalah ratu,” kata Cindelaras. Raden putra disebut jenderal yang telah dibuang ratu. Jenderal itu kemudian mengaku bahwa ia tidak pernah membunuh ratu. Kemudian, penyembuh kerajaan juga mengakui kesalahannya. Raden Putra sangat terkejut. Dia segera pergi ke hutan untuk mengambil ratu. Sejak saat itu, Cindelaras dan orang tuanya hidup bahagia bersama-sama. Adapun selir, ia dikirim ke penjara sebagai hukuman.
LEGENDA BATU GANTUNG
LEGENDA – BATU GANTUNG Alkisah, di sebuah desa terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Selain rupawan, Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba, dan hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada suatu hari, Seruni pergi ke ladang seorang diri, karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. Sesampainya di ladang, gadis itu tidak bekerja, tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya. Sementara anjingnya, si Toki, ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan, namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya. Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung. Ia sangat sedih, karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia. Ia sangat bingung. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu, ia pun mulai putus asa. “Ya, Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini,” keluh Seruni. Beberapa saat kemudian, Seruni beranjak dari tempat duduknya. Dengan berderai air mata, ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu. Sementara si Toki, mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong. Dengan pikiran yang terus berkecamuk, Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya. Tanpa diduga, tiba-tiba ia terperosok ke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. Gadis cantik itu sangat ketakutan. Di dasar lubang yang gelap, ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya. “Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku, Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya. Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya, namun ia tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali hanya menggonggong di mulut lubang. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong, namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. Akhirnya gadis itu semakin putus asa. “Ah, lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita,” pasrah Seruni. Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat. “Parapat[2]… ! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya.. Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. Merasa tidak mampu menolong sang majikan, ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan. Sesampai di rumah majikannya, si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya. “Toki…, mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu. “Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat. “Pak, sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya,” sahut ibu Seruni. “Ibu benar. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya,” kata ayah Seruni. “Tapi hari sudah gelap, Pak. Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni. “Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga,” seru sang ayah. Tak lama kemudian, seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. Sesampainya mereka di ladang, si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu. Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!” “Pak, dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik. “Benar, bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik. “Tapi, kenapa dia berteriak: parapat, parapatlah batu?” tanya sang ibu. “Entahlah, bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana,” jawab sang ayah cemas. Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya, namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor. “Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni. “Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak. Beberapa kali mereka berteriak, namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya. “Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!” “Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris. Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. Salah seorang warga mengulurkan seutastampar (tali) sampai ke dasar lubang, namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali. Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu. “Bu, pegang obor ini!” perintah sang ayah. “Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu. “Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang,” jawabnya tegas. “Jangan ayah, sangat berbahaya!” cegah sang ibu. “Benar pak, lubang itu sangat dalam dan gelap,” sahut salah seorang warga. Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. Sesaat kemudian, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. Tebing-tebing di pinggir Danau Toba pun berguguran. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. Mereka meninggalkan mulut lubang batu, sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas. Beberapa saat setelah gempa itu berhenti, tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batucadas di dalam lubang. Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”. Beberapa hari kemudian, tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup, terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!” Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya, maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”. Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Semoga menambah khazanah kita akan kayanya legenda budaya di Sumatera Utara ini
Senin, 29 Oktober 2018
REVOLUSI RUSIA DI INDONESIA
LATAR BELAKANG REVOLUSI RUSIA Revolusi Rusia yang terjadi pada tahun 1917 telah melahirkan Negara Uni Soviet yang dipimpin oleh Lenin. Negara Rusia menganut Komunisme sebagai satu-satunya ideology. Lenin mengumandangkan Komintern (Komunisme Internasional) pada tahun 1920, sehingga komunisme tidak saja berkembang di Soviet, tetapi juga berkembang di seluruh dunia. Revolusi Rusia pada dasarnya disebabkan oleh pemerintah Tsar yang tidak disukai oleh rakyat, terutama oleh kalangan terpelajar. Pemerintah Tsar Nicholas II sangat Feodalistik, tidak memberikan hak-hak rakyat. Meskipun telah dibentuk Duma (Perwakilan Rakyat Rusia), tetapi Duma tidak berfungsi denganb aik karena hanya beranggotakan orang-orang yang mendukung Tsar. Duma lebih seperti Dewan Penasehat Tsar dari pada Dewan Perwakilan Rakyat. Begitu pula dengan susunan pemerintahan yang buruk. Selama masa pemerintahan Tsar, organisasi pemerintahan tidak disusun dengan baik. Pemerintahan disusun tidak rasional tetapi favoritisme. Sebab lain adalah adanya perbedaan sosial yang mencolok antara kehidupan Tsar, para bangsawan yang mewah dan kehidupan rakyat pada umumnya yang hidup dalam kesulitan dan kemiskinan. PROSES REVOLUSI RUSIA Sejak berkembangnya industri besar-besaran di Rusia, maka lahirlah golongan buruh (proletar) dan gerakan sosialisme. Kebijakan politik Tsar Nicholas II yang dinilai bermuka dua (reaksioner dan progresif) menimbulkan ketegangan politik di dalam negeri. Reaksionerisme Politik tidak mengakui adanya hak-hak politik rakyat. Sebaliknya progresivisme ekonomi dengan industrialisasnya melahirkan golongan buruh yang menuntut hak-hak politik bagi rakyat. Akibat dari peristiwa tersebut terjadi ketegangan di Rusia. Pada tahun 1989, George Plekhanov mendirikan Partai Sosial Demokrasi dengan program yang moderat yaitu persamaan dalam hokum, kemerdekaan pers, kemerdekaan berbicara dan berkumpul, sert perbaikan nasib kaum buruh dan tani. Untuk mencapai tujuannya tersebut tidak dapat dilakukan dengan jalan politik dan pemogokan, tetapi harus dilakukan dengan jalan revolusi. Kekaisaran Rusia dapat digulingkan oleh Soviet Petersburg (semacam dewan buruh dan tentara), pada tanggal 7 Oktober 1917 dan dikuasi oleh Partai Bolshevik di bawah Pimpinan Lenin. Lenin beranggapan bahwa Revolusi Bolshevik ini adalah bagian dari revolusi dunia. Sejak Perang Dunia 1, Lenin selalu berusaha untuk mengorganisasikan suatu gerakan komunis yang revolusioner. Dengan tergulingnya Tsar Nicholas II maka kekaisaran Rusia dihapus, sehingga gantinya dibentuk Negara Uni Soviet. Sebagai langkahnya dalam ekonomi, Lenin berani menasionalisasikan hamper di seluruh produk industry dan perdagangan. Para petani dipaksa menyerahkan gandum yang mereka hasilkan. Ekonomi Negara menjadi ekonomi sosialis yang dimpimpin oleh Negara. Ini merupakan langkah pertama menuju komunisme. Lenin digantikan oleh Joseph Stalin yang menjadi pemimpin tertinggi partai dengan Negara sejak tahun 1929-1953. Stalin mengubah perekonomian Negara Uni Soviet dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industry dan menempatkan di bawah kekuasaan militer. Kepemimpinan dijalankan secara kolektif di bawah George Molenkov setelah Stalin meninggal. Ia memerintah sampai tahun 1955 karena dipaksa mengundurkan diri oleh Nikita Khruschev yang memeirntah Uni Soviet sampai tahun 1964. Nikita Khruschev dikenal sebagai pengkritik kebijakan Josep Stalin. Disamping itu, Khruschev juga terkenal dengan usahanya mempromosikan hubungan damai dengan Negara-negara non komunis. Akibatnya usaha-usaha yang dilakukan, akhirnya keepemimpinannya diragukan. Keraguan ini semakin bertambah dengan berbagai peristiwa yang terjadi seperti panen yang gagal dan krisis peluru kendali Kuba tahun 1962. Ia kemudian digantikan oleh Leonid Brezhnev sampai tahun 1982. Masa kepemimpinan Brezhnev dicatat sebagai era stablitas dan stagnasi dalam kebijakan luas negeri. Setelah Brezhnev meninggal, ia digantikan oleh Yur Andropov. Kemudian Yur Andropov digantikan oleh Constantin Chernenka. Hingga akhirnya Uni Soviet dipimpin oleh Mikhail Gorbachev sejak tahun 1985 hingga 1991. Uni Soviet mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Mikhail Gorbachev. REVOLUSI RUSIA DI INDONESIA Kemenangan Revolusi Bolshevik di Rusia disambut dengan antusias oleh seluruh rakyat di dunia termasuk Indonesia. Adolf Baars dengan berapi-api menyerukan agar revolusi di Rusia juga diikuti sekarang juga oleh Hindia Belanda. Pengaruh dari paham, sosialis-komunias mendorong terbentuknya ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereeninging di Semarang bulan Mei 1914. Pelopornya adalah HJFM Sneevliet. Ajarannya disebarkan ke Serikat Pekerja Kereta Api dan Serikat Islam. Dalam waktu tiga bulan, sekitar 30.000 prajurit dan pelaut menjadi anggota gerakan yang kemudian dikenal dengan nama Kaum Merah. Kaum Merah mengorganisasi demonstrasi yang dilakukan oleh serdadu sehingga menimbulkan bengrokan dengan polisi. Pemberontakan dan pengibaran bendera merah dikumandangkan oleh Darsono melalui Surat Kabar Het Vrije Woord Milik ISDV. Sedangkan partai-partai moderat seperti Budi Utomo dan SI mendesak agar pemerintah Belanda menggantikan Volksraad menjadi parlemen pilihan rakyat. Krisis November mulai segera mereda setelah Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum menjanjikan akan melakukan perubahan-perubahan yang luas. Kemudian pemerintah Belanda melakukan tindakan-tindakan yang keras setelah mendapat menguasai keadaan. Bagi anggota militer yang terlibat dihukum berat dan bagi pegawai negeri yang terlibat dimutasikan. Darsono, Abdul Muis dan rekan-rekannya ditangkap, sedangkan Sneevliet akhirnya diusir dari Indonesia. ISDV mulai kehilangan kendali setelah ditinggal pergi oleh pemimpinnya. ISDV pun mulai dijauhi massa, karena prinsip-prinsip radikal mereka yang belum dapat dipahami. Nama ISDV kemudian diganti menjadi Partai Komunis Hindia pada Bulan Mei 1920 pada kongres ISDV ke-7.
PENYELESAIAN SENGKETA DALAM HUKUM INTERNASIONAL ANTAR NEGARA
KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunianNya saya dapat mengerjakan tugas makalah Penyelesaian Sengketa Dalam Hukum Internasional Antar Negara.. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan semuanya yang telah memberikan sumbang sarannya untuk penyelesaian makalah ini. Saya menyadari bahwa makaah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saya menerima kritik dan saran yang positif dan membangun dari rekan-rekan pembaca untuk penyempurnaan pada tugas makalah-makalah berikutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Amin. Pematang Siantar, 29 Oktober 2018 ASP PENYELESAIAN SENGKETA DALAM HUKUM INTERNASIONAL ANTAR NEGARA Sengketa internasionala dapat dikatakann sebagai suatu konflik, dan dalam penyelesaiannya memiliki beberapa jalur, naik itu jalur damai maupun jalur kekerasan. Namun dalam menghadapp sengketa antar negara, biasanya negara-negara tersebut sebisa mungkin lebih memilih untuk menyelesaikannya melalui jalur damai. A. Pengertian Sengketa Internasional Setiap sengketa adalah konflik, tetapi tidak semua konlik dapat dikategorikan sebagai sengketa (dispute). Sengketa internasional adalah sengketa yang bukan secara eksklusif merupakan urusan dalam negeri suatu negara. Sengketa internasional juga tidak hanya eksklusif menyangkut hubungan antarnegara saja mengingat subjek-subjek hukum internasional saat ini sudah mengalami perluasan sedemikian rupa melibatkan banyak aktor non negara. Permasalahan yang disengketakan dalam suatu sengekta internasional dapat menyangkut banyak hal. Menyangkut substansi sengketa itu, beberapa pakar mencoba untuk memisahkan antara sengketa hukum (legal dispute) dengan sengketa politik (political dispute). Friedmann misalnya mengemukakan bahwa karakteristik sengketa hukum adalah sebagai berikut: 1. Mampu diselesaikan oleh penerapan prinsip-prinsip tertentu danaturan-aturan hukum internasional. 2. Pengaruh kepentingan vital negara seperti integritas teritorial. 3. Pelaksanaan hukum internasional yang ada cukup untukmeningkatkan keputusan keadilan dan dukungan untuk hubunganinternasional yang progresif. 4. Sengketa terkait dengan hak hukum dengan klaim untuk mengubahaturan yang ada. Selanjutnya pasal 36 ayat (2) Statuta mahkamah menegaskan bahwa sengketa hukum yang dapat dibawa ke Mahkamah menyangkut hal-hal sebagai berikut: 1. Interpretasi perjanjian. 2. Persoalan mengenai hukum internasional. 3. Adanya fakta apapun yang jika didirikan akan merupakanpelanggaran kewajiban internasional. 4. Sifat atau tingkat perbaikan yang akan dibuat untuk pelanggarankewajiban internasional. B. Cara-cara Penyelesaian Sengketa dalam Hukum Internasional 1. Secara Damai a. Jalur Politik - Negosiasi Pada umumnya negosiasi merupakan cara yang pertama kali dan paling banyak digunakan pihak-pihak bersengketa dalam penyelesaian sengketa internasional mereka. Dapat dilakukan secara bilateral maupun multilateral, formal maupun informal dan tidak ada kewajiban untuk memilih prosedur ini dulu baru bisa menggunakan cara-cara lain. - Jasa Baik (Good Offices) Keterlibatan pihak ketiga dalam good offices tidak lebih dari mengupayakan pertemuan pihak-pihak bersengkata untuk berunding, tanpa terlibat dalam perundingan itu sendiri. Pihak ketiga ini sering juga disebut saluran tambahan komunikasi. - Mediasi Apabila dibandingkan dengan good offices maka keterlibatan pihak ketiga dalam mediasi sudah lebih besar. Dalam mediasi mediator berperan aktif mendamaikan pihak-pihak bersengketa, memiliki kewenangan tertentu juga mendistribusikan proposal masing-masing pihak bersengketa. - Pencari Fakta (fact finding/Inquiry) Fungsi dari Inquiry adalah untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa dengan mencari kebenaran fakta, tidak memihak, melalui investigasi secara terus-menerus sampaiu fakta yang disampaikan salah satu pihak dapat diterima oleh pihak yang lain. - Konsiliasi (Conciliation) - Penyelesaian Melalui PBB - Penyelesaian Melalui Organisasi Regional b. Jalur Hukum - Jalur Arbitrase Penyelesaian sengketa melalui arbitrase menurut hukum Internasional adalah prosedur untuk penyelesaian sengketa antara negara-negara denganpenghargaan yang mengikat berdasarkan hukum. Sebagaimana halnya penyelesaian sengketa secara damai yang lain, prinsip sukarela juga mendasari penyelesaian sengketa melalui lembaga ini. - Pengadilan Internasional Pengadilan Internasional antara lain Internatinal Court of Justice (ICJ),Permanent Court of International of Justice (PCIJ), Internatinal Tribunal for the Law of the Sea, berbagai Ad Hoc Tribunal, juga Internatinal Criminal Court(ICC). Namun ICJ sering dianggap sebagai cara utama penyelesaian sengketa hukum antar negara. 2. Jalur Kekerasan a. Retorsi Retorsi yaitu tindakan tidak bersahabat yang dilakukan oleh suatu negara terhadap negara lain yang telah lebih dahulu melakukan tindakan yang tidak bersahabat dan ikan tindakan yang sah dimaksudkan untuk merugikan negara yang telah melakukan pelanggaran. b. Reprisal Reprisal yaitu sebagai upaya paksa oleh suatu negara terhadap negara lain, dengan maksud untuk menyelesaikan sengketa yang timbul karena negara yang dikenai reprisal telah melakukan tindakan yang ilegal atau tidak dibenarkan. c. Blokade Damai (pacific Blocade) Blokade damai dilakukan untuk memaksa negara yang diblokade agar memenuhi permintaan ganti rugi yang diderita negara yang memblokade. d. Embargo Embargo adalah larangan ekspor barang ke negara yang dikenaii embargo. e. Perang Perang bertujuan untuk menaklukan negara lawan sehingga negara yang kalah tidak memiliki alternatif lain kecuali menerima syarat-syarat penyelesaian yang ditentukan oleh negara pemenang perang. Kesimpulan Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa dalam sengketa internasional dalam penyelesaiannya memiliki banyak jalur. Baik itu jalur damai ataupun melalui jalur kekerasan. Penyelesaian melalui jalur damai terbagi dua yaitu melalui jalur politik dan juga melalui jalur hukum. Penyelesaian sengketa dengan cara ini lebih banyak digunakan karena cara ini lebih aman untuk dilakukan daripada melalui kekerasan. Namun jika sengketa tidak dapat diselesaikan secara damai maka negara hanya untuk menjaga dan menahan diri dari tindakan-tindakan yang makin memperburuk situasi. Jika sengketa tersebut sudah tidak bisa lagi diselesaikan dengan jalan tersebut maka jalan terakhir adalah penyelesaian sengketa melalui jalur kekerasan atau penyelesaian secara tidak damai yang dapat berupa, perang, retorsi, blokade damai dan lain sebagainya. Referensi Sefriani. 2010. Hukum Internasional Suatu Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Senin, 22 Oktober 2018
Langganan:
Postingan (Atom)